Kamis, 24 Januari 2013

23.2513

berlanjut esok'a berjalan seperti biasa'a. diriku kembali smsn seperti biasa, hidup seperti ini tidak bisa lepas saling menghubungi satu sama lain, mengabarkan diri masing-masing, memperhatikan antara diriku dan diri'a.
berlanjut waktu semakin siang dalam keadaan ini kami tidak ada keributan yang sering terjadi pada hubungan ini, pada hari ini kami saling bersuka ria sampai kami terlelap dalam tidur di waktunya.
waktu terus berputar pada saat sore kami terbangun mengabarkan diri kami masing sudah bangun,bila ada yang belum bangun kami saling membangunkan dengan menelpon. menyapa dengan cinta kami terus berbagi rasa penuh dengan kasih sayang.
dalam keadaan sms ini pula, diriku di sms oleh salah satu teman ku yang mengajak jalan, dia adalah salah satu pacar dari saudara driku. sebenernya dia mengajak jalan ada maksud, dia berjalan dengan pacarnya yaitu saudara diriku dan dririku jalan dengan kaka sepupunya. dalam sms diriku bingung, menerima ajakannya atau tidak, karena kaka sepupunya itu yang diriku ketahui sebut saja ihfa dia suka pada ku, sungguh diri ini bingung karena yang diriku hadapi sedang mempunyai seorang kekasih tetapi diriku ini tidak ingin mengecewakan ihfa, dia sebelumnya pernah jalan padaku dan kami pun menyambung. bukan munafik sebenernya diri ini juga sempat mengaguminya entah itu suka juga atau bukan tetapi diri ini memang senang bila berada di dekatnya, yang ada dipikiran ini adalah pertama tidak ingin menyakiti seorang kekasih yang diriku sangat cinta,kedua diriku ini tidak ingin mengecewakan seorang yang menyukai diriku juga karena ia mengidap suatu penyakit yang di derita'a.

Selasa, 22 Januari 2013

aku dan dia

Telah terang kembali seperti biasa menjalani hidup dengan apa adanya, bersamanya kembali berbagi rasa dengan penuh cinta. Dengan datangnya pagi, aku membangunkan dirinya, mencoba dengan membangunkan dengan salah satu jaringan telekomunikasi tapi mengapa tidak kunjung jua seperti biasanya dia lebih awal bangunnya aku ini? dengan keadaan rasa membara diri ini kecewa, mengapa tidak ia seperi biasanya? menjadikan aku berprasangka buruk. Kembali dan kembali lagi berselisih antara aku dan dia, emosi ia pun tak tertahan begitu dengan diriku dalam keadaan memacu tinggi dalam keadaan genting diri ini mencoba tuk sabar agar tidak menjadi-jadi seperi keadaan yang tidak diinginkan. Berlanjut dengan begitu kesal dengan ego yg tinggi aku dan dia, tapi diriku ini mencoba untuk meredam amarah agar menjadi suatu suasana yang baik lagi, mencoba untuk tidak membahas dengan apa yang terjadi tadi hingga dia pun mulai mereda juga dan akhirnya meredam antara amarah kita.
Suasana menjadi tenang kembali, kami bisa saling meaafkan. Hingga kami pun kembali bersenda gurau dengan candaan kami masing-masing, terus berlanjut hingga matahari terang diatas sampai dengan waktu makan siang. Saling mengabarkan diri kita masing-masing, yang jauh ia disana dan diriku disini, dengan mengabarkan orang tua kita masing menyiapkan santapan siang dengan apa saja, begitu waktu makan siang kami pun berhenti saling mengabarkan dan melanjutkan dengan makan siang sampai dengan selesai dengan apa yang kami kerjakan masing-masing kami pun mengabarkan siapa yang telah kelar, sesampainya selesai kami saling mengabarkan kembali dan ditutup dengan istirahat atau tidur siang.
Saling mengucapkan selamat tidur dan tidak lupa dengan kalimat sayang cinta banget aku dan dia disertai emot kiss dan hug.